1st  Class Blogger Semut : Dasar-Dasar Menjadi Blogger

first

Tulisan ini berisi tentang keseruan kelas pertama di Komunitas Blogger Semut (9/01). Sebelum membahas first class, bagi yang belum tahu, saya akan membahas sedikit komunitas ini. Komunitas Blogger Semut adalah komunitas blogger online yang aktifitasnya dipusatkan pada grup facebook tertutup dengan nama Komunitas Blogger Semut. Sebuah komunitas yang digagas sebagai tempat bagi blogger untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan saling membantu  terkait dunia blog.

Sebagai orang yang belum lama terjun dalam dunia blog, saya antusias sekali menanntikan kelas pertama di komunitas ini. Sayangnya, saat hari-H tiba-tiba badan saya harus jatuh sakit dan melewati momen berharga. Tapi kabar baiknya, kelas ini adalah kelas online. Meski tidak bisa mengikuti pada waktu yang sudah ditentukan, saya bisa mengejar materi dengan membaca-baca sendiri materi yang disajikan. Pun bisa melihat diskusi yang heboh diperbincangkan. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi fokus bahasan kelas pertama :

Langkah Menjadi Blogger

Jika ingin menjadi mahasiswa yang harus kita lakukan adalah mendaftar. Tapi, sebelumnya kita harus merencanakan dan memilih berbagai hal seperti di mana kita kuliah, jurusan apa, dan lain sebagainya agar kita bisa mencapai apa yang benar-benar kita inginkan inginkan. Pun juga, untuk menjadi seorang blogger pastinya kita harus mendaftar untuk memiliki blog. Tapi sebelum mendaftar, harus pula ada perencanaan terlebih dahulu. Tujuannya, agar kita bisa menjadi seorang blogger yang benar-benar kita inginkan. Bukan sekedar ikut sana-sini tanpa tahu mau dibawa ke mana blog kita nantinya.

Nah,  sebelum memulai membuat blog. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan di antaranya :aksi1. Menentukan Tujuan Pembuatan Blog

Penentuan tujuan pembuatan blog adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan. Karena tujuan inilah yang akan mencerminkan seperti apa blog yang kita buat. Dari tujuan ini kita bisa menurunkan nama domain, maupun topik pembahasan. Pun, dari tujuan inilah akan terlihat sampai sejauh mana keseriusan kita untuk ngeblog. Dan jika tujuan kita jelas dan kokoh untuk memulai ngeblog. InshaAllah tujuan inilah yang akan menuntun kita kembali untuk ngeblog, jika suatu saat terhenti.

2. Memilih Nama Domain yang Kita Banget

Nama domain adalah sebuah nama yang akan sering disebut dan ditulis di mana-mana. Sebaiknya, carilah nama domain yang catchy sehingga saat orang mendengarnya saja sudah sangat penasaran terhadap isinya. Selain itu, usahakan nama domain yang dipilih itu kita banget dan selaraskan dengan pembahasan dalam blog. Intinya, pikirkan sebuah nama yang mudah diingat, tidak terlalu panjang, dan nama itu kamu banget. Teorinya mudah diucapkan, tapi saya yakin prakteknya tidak semudah itu. Jadi, kita bisa juga meminta saran kepada orang yang lebih berpengalaman untuk menemukan nama yang tepat. Continue reading

Advertisements

Menjadi Blogger : Tentang Alasan, Mimpi, dan Harapan

                Tahu bukan berarti mengenal. Dan selalu  bersama atau bersinggungan belum tentu memahami. Itu, beberapa hal yang  saya renungkan beberapa hari ini. Ini tentang kebersamaan saya dengan blog. Sebenarnya saya mengenal blog sejak SMK. Kebetulan jurusan saya Teknik Komputer Jaringan, sayangnya saat itu saya belum tertarik. Kemudian tahun 2010 dipertemukan lagi dengan blog  dalam pelatihan aplikasi internet bagi mahasiswa baru. Semua peserta pelatihan diwajibkan membuat blog. Tentunya saya membuat, sekedar formalitas untuk menyelesaikan tugas.

                Selanjutnya di tahun 2012, kembali harus bersinggungan dengan blog. Kali itu, saya adalah instruktur pelatihan aplikasi teknologi dan informasi bagi mahasiswa baru. Saat menjadi instruktur, mahasiswa baru dilatih selama 6 hari, dan 1 hari berisi materi tentang blog . Tidak hanya teori, tapi juga langsung praktek membuat blog beserta konten di dalamnya. Sayangnya, setahun menjadi instruktur  tak  kunjung membuat saya tertarik pada blog. Tidak berhenti disitu, pada tahun ketiga kuliah,  saya bertemu mata kuliah desain web. Kala itu, tugas besar perkuliahan adalah membuat website dan dihosting. Saya masih ingat,  tugas individu itu membuat kami begadang berhari-hari untuk menulis skrip html dan lain sebagainya. Menurut saya, lebih mudah trouble shooting  komputer atau membangun server jaringan daripada mengerjakan membuat desain web.

Meski berhasil melewati tugas dan lulus dengan sempurna dalam mata kuliah itu, saya kembali menelantarkan website yang susah payah saya buat. Sampai saat ini, sudah banyak blog yang sudah saya buat dan hanya berakhir sebagai halaman kosong yang hampa. Karena saya membuat blog tanpa alasan yang kuat. Hanya memulai membuat, untuk kemudian dicampakkan. Blog-blog itu semacam korban php, sedihnya kenapa harus saya sendiri yang php mereka. Bukan hanya saya yang seperti ini, sebagian teman-teman sejawat juga melakukan hal yang sama.

a

                     Alasan, Harapan, dan Mimpi Menjadi Blogger (Dok.Pribadi)

Kenapa Harus Ngeblog?

Nah, saya mulai berpikir untuk serius ngeblog karena suatu ketidaksengajaan. Di tahun 2014 saya iseng membuat blog dengan isi posting-an asal tulis. Karena iseng, saya hanya menulis tanpa publikasi ke siapapun. Tiba-tiba saya mendapat inbox ucapan terima kasih dari seseorang yang mengaku terinspirasi dari posting-an blog saya. Entah dari mana dia menemukan posting-an itu. Dalam pesannya, dia mengatakan mendapat semangat dan pencerahan dalam menentukan jalan hidup selanjutnya. Saya kaget, dan berpikir bahwa hal sepele menurut saya ternyata berefek besar bagi orang lain. Continue reading