Rahasia Masak Telur Gulung Sausage Praktis Kurang Dari 10 Menit dengan So Good

Masyarakat kekinian umumnya kaya akan informasi. Di mana pun mereka berada asalkan mengantongi smartphone, tentu informasi tentang banyak hal mudah saja ya untuk digenggam. Nah, termasuk informasi tentang kebutuhan nutrisi tubuh yang salah satunya diperoleh dari makanan. Beberapa kriteria makanan sehat tentunya terdiri dari karbohidrat, sayuran, buah-buahan, dan protein dalam satu kali penyajian.

 

Nah untuk memenuhi komposisi makanan sehat bukanlah hal mudah. Khususnya bagi perempuan yang bekerja. Ingin hati beli makanan jadi tapi takut kurang bersih cara masak maupun bahannya. Ingin hati memasak sendiri, tapi jam kerja yang padat membaut waktu masak sangat sempit. Belum lagi bagi mereka yang sudah berumah tangga, bukan cuma masalah makanan yang dihadapi, tapi ada cucian, mengurus anak hingga mengurus suami. Tentu pada akhirnya, hal ini menjadi dilema ya guys.

Tapi hari ini guys, saya mau berbagi sedikit cerita tentang pemenuhan protein buat tubuh. Tentu karena termasuk wanita nomaden tempat tinggalnya (sering di kos jarang di rumah), dan juga nggak cuma kerja di satu bidang (kadang jadi guru, kadang kuli), jadilah suka masak yang praktis-praktis. Tapi tenang, saya tetap kok berpegang teguh pada kesehatan. Ya praktis ya sehat.

Dan pada akhirnya saya nemulah dengan produk-produk So Good yang notabene merupakan produk protein hewani berkualitas. Dari mana kok bisa tahu? Dari informasi di internet dan juga dari testimoni orang-orang di sekitar yang sejak dulu setia sama produk-produk So Good.

Ini alasan kenapa memilih So Good sebagai asupan protein hewani

Pertama, So Good jelas praktis

Poin ini nggak perlu diragukan lagi ya guys. So Good dengan berbagai variannya khususnya kategori  Siap Masak sangat praktis pengolahannya. Kita nggak perlu lagi bersihkan daging atau siapkan bumbu. Yang perlu kita lakukan hanya langsung menggoreng, merebus, atau mengukus (tergantung jenis So Good siap masak mana yang kita ingini) jadi deh. No ribet, no rumit.

Kedua, rasanya dijamin nggak mengecewakan

Kadang kita pengen banget tuh ya bikin makanan sendiri. Misal bikin bakso sendiri dengan bahan-bahan terbaik. Tapi balik lagi, dengan waktu yang nggak banyak karena tersita oleh pekerjaan dan keluarga, melakukan hal tersebut sangatlah sulit. Mungkin bisa dengan waktu terbatas dan kerja cepat saat memasak, tapi masak terburu-buru biasanya hasilnya nggak maksimal. Bahkan kadang rasanya mengecewakan.

Ketimbang waktu singkat dibuat masak yang endingnya bikin kecewa, mending kita manfaatkan untuk istirahat. Sebagai solusi, So Good siap masak bisa jadi pilihan. Untuk rasa tidak perlu khawatir ya, dijamin enyak enyak enyak… Kalau nggak percaya, coba sendiri dah

Ketiga, solusi untuk memenuhi protein harian tubuh yang halal

Selain praktik dan lezat, So Good tentu dipilih karena merupakan solusi memenuhi protein dengan bahan-bahan berkualitas. Tak ketinggalan, proses pengolahannya pun dilakukan dengan alat-alat canggih yang higienis. Dan yang paling penting, So Good merupakan produk yang konsisten menjaga sertifikat halal.

Keempat, memiliki beragam varian

Dari tahun ke tahun, So Good tergolong brand yang konsisten mengembangkan produknya. Karena itu, konsumen jadi nggak khawatir akan bosan. Sebab varian produk yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari So Good Siap Olah dan So Good Siap masak. Protein hewani yang disediakan pun berasal dari berbagai daging di antaranya daging ayam, daging sapi, serta beragam sea food berprotein tinggi.

Resep telur gulung sausage So Good

Karena resep ini hanya untuk saya seorang, jadi saya memilih untuk membuat sedikit. Mengingat teman-teman kos sedang shift malam dan sampai kos jam 22.00. Biasanya sih saya buat sekalian untuk teman kos di sebelah kamar. Karena ini sendirian ya sudah sedikit saja.

Bahan :

  • 1 butir telur
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya
  • Daun bawang iris super tipis
  • 1 biji Premium Sausage So Good

Cara memasak:

Siapkan wadah, pecahkan telur dan campur dengan garam, merica, daun bawang. Goreng dengan sedikit minyak. Ingat, tuangkan di penggorengan perlahan-lahan. Pada tuangan pertama, tempelkan sosis yang sudah kita siapkan lagi. Gulung perlahan dengan telur. Tambahkan adonan telur ke wajan lalu gulung dengan sosis. Begitu seterusnya sampai telur habis.

Setelah itu, biarkan telur dan sosis matang menyeluruh. Selanjutnya dinginkan telur tersebut. Setelah cukup dingin, potong-potong. Dan dalam waktu kurang dari 10 menit, telur gulung sausage So Good sudah bisa kita nikmati.

Nah, itu dia resep simple telur gulung dari saya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di resep-resep simple selanjutnya.

 

 

Advertisements

Tips Sukses Menjadi Pengusaha, Pemanah, dan Pendidik (Ala Kausarin Diawan Putri )

 

 

IMG-20160124-WA0002

Bahagia : Puput Memamerkan Hasil Kue Buatannya (Dokumen Pribadi Puput)

Bagi penggemar cup cake, kue, dan coklat di area Malang dan sekitarnya tentunya tidak asing lagi dengan Dhoco. Kepanjangan dari de house of chocholate. Sebuah usaha yang melayani penjualan dan pemesanan kue dan coklat unik nan lezat. Siapa sangka, founder usaha yang ada di Malang dan Surabaya ini adalah gadis muda yang baru berusian 21 tahunan.

Dialah Kausarin Diawan Putri, yang biasa dipanggil Puput dalam kesehariannya. Usaha kue coklat itu, ternyata berawal dari sebuah tugas kuliah saat ia masih duduk di bangku universitas. Tak disangka, keunikan hasil presentasi kue buatannya dalam tugas membuat banyak dosen dan teman sesama mahasiswa tertarik. Jadilah beberapa orang mulai minta dibuatkan kue pada Puput untuk beragam acara. Dari sinilah hingga akhirnya Puput memberanikan diri membuka usaha yang dinamakan de house of chocolate itu.

Perlahan tapi pasti, usaha kue coklatnya mulai dikenal banyak orang. Kecintaannya mengolah coklat yang sudah tertanam sejak kecil membuatnya tidak pernah lelah. Pun, melihat kepuasan pelanggan saat mendapat apa yang diinginkan membuat Puput bahagia. Apalagi kebanyakan kue yang ia kerjakan merupakan kue yang digunakan sebagai pemanis berbagai perayaan. Sehingga, tidak hanya dari segi bisnis, dari segi hati pun ia merasa untung. Untung karena membuat momen ulang tahun, perayaan kelahiran, pernikahan, atau ucapan bahagia lainnya tersampaikan lewat kue buatannya. “Dengan kata lain, saya tidak murni berbisnis tapi juga berbagi kebahagiaan, “ jelas Puput.

IMG-20160124-WA0003

Proses Pembuatan Cup Cake (Dokumen Pribadi Puput)

Tidak hanya mengurusi usaha kue coklat, perempuan yang terkenal kalem ini pun ternyata didapuk oleh KONI Malang sebagai pelatih atlet olahraga memanah. Karena pribadinya yang humble, tak banyak yang tahu bahwa gadis pengguna hijab ini ternyata telah meraih beberapa kejuaraan memanah. Di antaranya, peraih juara I memanah pada Porprov Jatim tahun 2013 kategori beregu. Dan Juara II Porprov tunggal jarak 50 m Jatim tahun 2013. Selain di KONI Malang, Puput pun menularkan ilmu memanahnya di SDN Lowokwaru 3.

Nah, kiprah perempuan alumni Universitas Muhammadiyah Malang itu rupanya tidak berhenti dengan kue coklat dan busur panah saja. Pasalnya, setelah diwisuda di bulan Mei tahun 2015 (kurang dari 4 tahun kuliah), Puput langsung dipercaya sebagai dosen tidak tetap di universitas tempatnya belajar dulu.  Meski setengah tidak percaya, anak kedua dari lima bersaudara ini pun bersyukur atas kesempatan yang diberikan. “Saya lulusnya bulan Mei 2015, setelah resmi diwisuda, tiba-tiba ditawari mengajar di semester baru tahun itu juga,” tuturnya menanggapi interview saya lewat Aplikasi Whatassp. Continue reading

7 TIPS MENGEMAS ‘GALAU’ DENGAN ELEGAN

tujuh tips mengemas galau

Tulisan kali ini terinspirasi dari curhatan seorang teman yang bertanya bagaimana agar kegalauan tidak sampai merugikan. Pasalnya, galau itu enggak enak buat diri kita. Nah, ditambah lagi kalau kita salah menyikapi si galau ini. Imbasnya malah bukan hanya merugikan pribadi kita. Tentunya berpengaruh pada pekerjaan, teman sekitar, dan hal lain yang boleh jadi penting bagi hidup kita.

Pertanyaannya, kenapa galau kita harus dikemas menjadi sesuatu yang elegan?. Saya mencoba menjawab dengan salah satu quotes Mario Teguh. Pak Mario berkata, “Galau yang menuju elegan disebut pendewasaan. Galau yang menuju norak disebut peng-alay-an”. Nah, umur semua orang tiap harinya bertambah tua. Seyogyanya kita segera menuju pendewasaan untuk mencapai tujuan hidup. Bukan malah menjadi alay yang identik dengan ABG. Bener kan?

Nah, berikut tips mengemas galau menjadi sesuatu yang elegan:

Hindari curhat bebas di sosial media.

Blak-blakan menyatakan kesedihan tentang pekerjaan, perasaan, atau apapun di sosial media sebaiknya dihindari. Karena, tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Memposting suatu masalah/curhatan/kekecewaan yang ditujukan pada orang lain atau kelompok orang di sosial media menunjukkan kesan kurang dewasanya sikap kita. Karena perlu diingat, banyak sekali orang yang membaca postingan kita. Dan berapa banyak pemikiran yang muncul dari tiap orang. Tentu tidak semuanya positif, celakalah jika mereka malah dominan mempunyai persepsi negative pada kita.

Sibukkan Diri dengan Mengasah Kemampuan

Menyibukkan diri untuk membenahi kemampuan kita. Lampiaskan kegalauan kita pada pekerjaan atau keahlian yang kita miliki. Misalnya menciptakan lagu, melukis, menulis cerita, stand up comedy, berolahraga, dan lain sebagainya. Bahkan kalau bisa, ukir prestasi dari hal-hal tersebut. Banyak tokoh yang melahirkan karya dengan dilatarbelakangi kegalauan yang tak terperikan. Misalnya Raditya Dika, penulis, sutradara, stand up comedian, sekaligus aktor, yang mengawali karirnya dengan menulis kegalauannya akibat patah hati. Atau J.K. Rowling yang menulis serial ngehits Harry Potter di tengah kegalauannya hidupnya yang luar biasa.

Berpetualang

Orang yang galau cenderung mengurung diri dalam kamar sambil menangis mendengar lagu sedih. Nah, padahal mengurung diri seperti itu lebih mengundang kenangan-kenangan yang membuat kita galau. So, lebih baik kita keluar dari rumah untuk berpetualang.

perrjalanan

Karena petualangan akan mengantarkan kita pada banyak hal. Pertama, keindahan alam yang harus kita syukuri. Karena selama nafas kita berhembus, artinya Tuhan selalu menyanyangi dan beserta kita. Kedua, petualangan akan mengantarkan kita bertemu banyak orang dengan banyak pengalaman. Suatu waktu, mungkin kita akan melihat kesedihan seseorang yang lebih lebih dan lebih menyayat hati dari pada apa yang kita rasakan. Imbasnya, kita akan bisa bersyukur pada apa yang menimpa kita. Sebab, masih banyak kepedihan yang lebih menyakitkan dari apa yang kita rasakan. Ketiga, petualangan akan mengantarkan kita pada pengalaman dan pemahaman baru yang berguna bagi masa depan kita.

Terkait petualangan, novelis kondang Darwis Tere Liye mengungkapkan hal berikut:

Berpetualanglah, Anak Muda. Bawa ransel di punggung, berkelana. Tidak bisa jauh-jauh, maka bisa dekat dengan rumah, lihat sekitar. Tidak ada alasan jika sudah niat. Itu akan membuat kita paham banyak hal. Menghargai perbedaan. Menghormati orang lain. Continue reading