5 Benda Impian di Tahun 2016 Ala Lazada Indonesia

Awal tahun selalu saja identik dengan keinginan, harapan, dan target-target yang ingin direalisasikan. Hampir kebanyakan orang menulisnya dalam bentuk resolusi di tahun yang baru. Berharap sebelum pergantian tahun yang akan datang semua harapan dan impian bisa terwujud. Mulai dari keinginan terkait pasangan, pekerjaan, maupun barang impian yang ingin dimiliki.

Saya pun memiliki daftar harapan yang ingin tercapai di tahun 2016 ini. Mulai dari menyelesaikan kuliah Program Profesi Guru (PPG) di bidang karir, aktif di organisasi olahraga lagi setelah setahun fakum, dan memiliki lima benda yang paling saya inginkan. Lima benda yang paling saya inginkan ini tentunya benda yang akan mendukung pekerjaan maupun hobi yang saya miliki.

Nah, benda yang saya ingini ini sangat spesial. Tentunya, benda incaran yang sudah setiap waktu luang saya intip di dunia maya. Maklum, sebagai guru yang hobi nulis ini itu , saya cenderung malas untuk berbelanja di supermarket atau mall. Selain butuh banyak waktu, ribet, dan tidak efisien. Maklumlah, jika perempuan ke toko dan melihat banyak barang, kadang sering lupa diri. Maunya beli ini, eh, malah dapatnya benda itu. Ketika dievaluasi, prioritas yang harusnya terbeli malah diabaikan. Selain itu faktor keamanan juga harus diperhitungkan. Sebagai single yang terbiasa ke mana-mana sendiri, berbelanja di keramaian tidak dianjurkan. Nah, oleh karena itu semua, saya lebih nyaman belanja di toko online.

Berbelanja di toko online tentu lebih efektif, efisien, dan hemat waktu. Pun, tidak perlu berdesak-desakan dengan banyak orang. Nah, lima benda yang ingin saya beli pun kesemuanya berasal dari toko online kepercayaan saya, yaitu Lazada Indonesia. Toko terbesar dan terlengkap yang menjual berbagai brand yang melengkapi keseharian kita, semua-muanya bisa kita beli di sini.  Saya ulangi, semuanya. Mulai dari perlengkapan fashion, gadget, alat elektronik, alat musik, dan sebagainya.Berikut inilah kelima benda ala Lazada yang benar-benar saya ingin miliki di tahun 2016 :

Yamaha Gitar Klasik C-315

gittar

Yamaha Gitar Klasik C-315 (Rp. 750.000 di Lazada Indonesia)

Hobi ngenjrang-ngenjreng yang mulai saya gemari di tahun 2015 ini membuat saya ingin memiliki gitar akustik. Karena selama ini saya belajar gitar dengan modal pinjaman, jadi hasilnya kurang maksimal. Gitar impian saya adalah Yamaha Gitar Klasik C-315. Gitar akustik dengan bahan spruce, agathis, dan nato ini terlihat keren dengan nuansa klasiknya. Skala senar 650 mm, dan senar nilon, merupakan gitar yang sempurna untuk pemula seperti saya. Pun juga bagus untuk pemain yang sudah berpengalaman karena terbuat dari bahan terbaik dengan harga yang terjangkau (Rp. 750.000 di Lazada). Pokoknya, gitar ini cocok untuk latihan dan dirancang untuk pemakaian maksimal.

Dalam berbagai poin, gitar klasik seri C ini menyediakan bahan berkualitas dengan pengerjaan terbaik. Tidak ketinggalan, instrument ini memberikan keseimbangan tonasi yang sangat baik dengan kayu pilihan. Bentuk leher yang tipis dengan lebar kepala fret 52 mm dan ketebalan bodi 94-100 mm terancang sebegitu apik dan nyaman ketika dimainkan. Continue reading

Advertisements

Uniknya  Bakso Ala-Ala Pulau Tagulandang

 

Bakso adalah salah satu makanan yang populer dan hampir disukai semua kalangan di Indonesia. Mulai dari dedek-dedek gemes sampai mami-papi ngehits pastinya doyan makanan berkuah ini. Saking populernya, kita akan mudah menemukan stand-stand penjual bakso di setiap sudut bumi pertiwi.  Namun, di tiap daerah di tanah air, komposisi dan rasa bakso berbeda-beda. Tentunya karena selera lidah tiap-tiap suku di negeri kita pun berbeda. Nah, kali ini saya akan membahas komposisi penyajian bakso ala Pulau Tagulandang. Pulau yang berada di Ujung Utara Provinsi Sulawesi Utara ini menyajikan bakso dengan tampilan dan rasa yang khas.

uniknya bakso

 

Bahan Dasar Bakso

Bakso di pulau ini kebanyakan di buat dari daging ikan. Ikan yang dipakai untuk membuat bakso pun bermacam-macam dari Ikan Deho (biasanya deho putih) sampai Ikan Cakalang. Jarang sekali ditemukan bakso berbahan dasar daging sapi. Alasannya, stok daging sapi hampir tidak ada di pulau ini. Pun kalau ada, kita harus membelinya dari pusat Kota Manado, yang hanya bisa ditempuh dengan kapal laut. Harga daging pun hampir dua kali lipat dari harga di Pulau Jawa. Sehingga, warga sulit menjangkau dan lebih memilih memakai bahan dasar ikan.

Bagi orang yang pertama kali menikmati bakso ikan, pasti merasa aneh. Karena aroma dan rasa ikan akan dominan di mulut. Teksturnya pun lebih lembut saat digigit, ini karena daging ikan tidak berserat seperti halnya daging sapi.

Kuah yang Super Kental

Kalau bakso-bakso di Pulau Jawa identik dengan kuahnya yang bening, maka kuah bakso di Pulau Tagulandang sangat berbeda. Kuahnya berwarna kekuningan, hasil perpaduan banyak bumbu dan daun-daunan. Pun terlihat mengkilat karena minyak yang dicampurkan. Aromanya pun menusuk hidung dan kuat terasa di mulut kita. Continue reading

7 TIPS MENGEMAS ‘GALAU’ DENGAN ELEGAN

tujuh tips mengemas galau

Tulisan kali ini terinspirasi dari curhatan seorang teman yang bertanya bagaimana agar kegalauan tidak sampai merugikan. Pasalnya, galau itu enggak enak buat diri kita. Nah, ditambah lagi kalau kita salah menyikapi si galau ini. Imbasnya malah bukan hanya merugikan pribadi kita. Tentunya berpengaruh pada pekerjaan, teman sekitar, dan hal lain yang boleh jadi penting bagi hidup kita.

Pertanyaannya, kenapa galau kita harus dikemas menjadi sesuatu yang elegan?. Saya mencoba menjawab dengan salah satu quotes Mario Teguh. Pak Mario berkata, “Galau yang menuju elegan disebut pendewasaan. Galau yang menuju norak disebut peng-alay-an”. Nah, umur semua orang tiap harinya bertambah tua. Seyogyanya kita segera menuju pendewasaan untuk mencapai tujuan hidup. Bukan malah menjadi alay yang identik dengan ABG. Bener kan?

Nah, berikut tips mengemas galau menjadi sesuatu yang elegan:

Hindari curhat bebas di sosial media.

Blak-blakan menyatakan kesedihan tentang pekerjaan, perasaan, atau apapun di sosial media sebaiknya dihindari. Karena, tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Memposting suatu masalah/curhatan/kekecewaan yang ditujukan pada orang lain atau kelompok orang di sosial media menunjukkan kesan kurang dewasanya sikap kita. Karena perlu diingat, banyak sekali orang yang membaca postingan kita. Dan berapa banyak pemikiran yang muncul dari tiap orang. Tentu tidak semuanya positif, celakalah jika mereka malah dominan mempunyai persepsi negative pada kita.

Sibukkan Diri dengan Mengasah Kemampuan

Menyibukkan diri untuk membenahi kemampuan kita. Lampiaskan kegalauan kita pada pekerjaan atau keahlian yang kita miliki. Misalnya menciptakan lagu, melukis, menulis cerita, stand up comedy, berolahraga, dan lain sebagainya. Bahkan kalau bisa, ukir prestasi dari hal-hal tersebut. Banyak tokoh yang melahirkan karya dengan dilatarbelakangi kegalauan yang tak terperikan. Misalnya Raditya Dika, penulis, sutradara, stand up comedian, sekaligus aktor, yang mengawali karirnya dengan menulis kegalauannya akibat patah hati. Atau J.K. Rowling yang menulis serial ngehits Harry Potter di tengah kegalauannya hidupnya yang luar biasa.

Berpetualang

Orang yang galau cenderung mengurung diri dalam kamar sambil menangis mendengar lagu sedih. Nah, padahal mengurung diri seperti itu lebih mengundang kenangan-kenangan yang membuat kita galau. So, lebih baik kita keluar dari rumah untuk berpetualang.

perrjalanan

Karena petualangan akan mengantarkan kita pada banyak hal. Pertama, keindahan alam yang harus kita syukuri. Karena selama nafas kita berhembus, artinya Tuhan selalu menyanyangi dan beserta kita. Kedua, petualangan akan mengantarkan kita bertemu banyak orang dengan banyak pengalaman. Suatu waktu, mungkin kita akan melihat kesedihan seseorang yang lebih lebih dan lebih menyayat hati dari pada apa yang kita rasakan. Imbasnya, kita akan bisa bersyukur pada apa yang menimpa kita. Sebab, masih banyak kepedihan yang lebih menyakitkan dari apa yang kita rasakan. Ketiga, petualangan akan mengantarkan kita pada pengalaman dan pemahaman baru yang berguna bagi masa depan kita.

Terkait petualangan, novelis kondang Darwis Tere Liye mengungkapkan hal berikut:

Berpetualanglah, Anak Muda. Bawa ransel di punggung, berkelana. Tidak bisa jauh-jauh, maka bisa dekat dengan rumah, lihat sekitar. Tidak ada alasan jika sudah niat. Itu akan membuat kita paham banyak hal. Menghargai perbedaan. Menghormati orang lain. Continue reading

1st  Class Blogger Semut : Dasar-Dasar Menjadi Blogger

first

Tulisan ini berisi tentang keseruan kelas pertama di Komunitas Blogger Semut (9/01). Sebelum membahas first class, bagi yang belum tahu, saya akan membahas sedikit komunitas ini. Komunitas Blogger Semut adalah komunitas blogger online yang aktifitasnya dipusatkan pada grup facebook tertutup dengan nama Komunitas Blogger Semut. Sebuah komunitas yang digagas sebagai tempat bagi blogger untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan saling membantu  terkait dunia blog.

Sebagai orang yang belum lama terjun dalam dunia blog, saya antusias sekali menanntikan kelas pertama di komunitas ini. Sayangnya, saat hari-H tiba-tiba badan saya harus jatuh sakit dan melewati momen berharga. Tapi kabar baiknya, kelas ini adalah kelas online. Meski tidak bisa mengikuti pada waktu yang sudah ditentukan, saya bisa mengejar materi dengan membaca-baca sendiri materi yang disajikan. Pun bisa melihat diskusi yang heboh diperbincangkan. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi fokus bahasan kelas pertama :

Langkah Menjadi Blogger

Jika ingin menjadi mahasiswa yang harus kita lakukan adalah mendaftar. Tapi, sebelumnya kita harus merencanakan dan memilih berbagai hal seperti di mana kita kuliah, jurusan apa, dan lain sebagainya agar kita bisa mencapai apa yang benar-benar kita inginkan inginkan. Pun juga, untuk menjadi seorang blogger pastinya kita harus mendaftar untuk memiliki blog. Tapi sebelum mendaftar, harus pula ada perencanaan terlebih dahulu. Tujuannya, agar kita bisa menjadi seorang blogger yang benar-benar kita inginkan. Bukan sekedar ikut sana-sini tanpa tahu mau dibawa ke mana blog kita nantinya.

Nah,  sebelum memulai membuat blog. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan di antaranya :aksi1. Menentukan Tujuan Pembuatan Blog

Penentuan tujuan pembuatan blog adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan. Karena tujuan inilah yang akan mencerminkan seperti apa blog yang kita buat. Dari tujuan ini kita bisa menurunkan nama domain, maupun topik pembahasan. Pun, dari tujuan inilah akan terlihat sampai sejauh mana keseriusan kita untuk ngeblog. Dan jika tujuan kita jelas dan kokoh untuk memulai ngeblog. InshaAllah tujuan inilah yang akan menuntun kita kembali untuk ngeblog, jika suatu saat terhenti.

2. Memilih Nama Domain yang Kita Banget

Nama domain adalah sebuah nama yang akan sering disebut dan ditulis di mana-mana. Sebaiknya, carilah nama domain yang catchy sehingga saat orang mendengarnya saja sudah sangat penasaran terhadap isinya. Selain itu, usahakan nama domain yang dipilih itu kita banget dan selaraskan dengan pembahasan dalam blog. Intinya, pikirkan sebuah nama yang mudah diingat, tidak terlalu panjang, dan nama itu kamu banget. Teorinya mudah diucapkan, tapi saya yakin prakteknya tidak semudah itu. Jadi, kita bisa juga meminta saran kepada orang yang lebih berpengalaman untuk menemukan nama yang tepat. Continue reading

8 Hadiah dari Tuhan Lewat Mengajar Daerah Terpencil

Menjadi salah satu peserta Sarjana Mendidik Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T) merupakan karunia dari Tuhan yang pantas disyukuri. Mengapa demikian? Pertama, tidak semua yang berniat mengikuti program ini bisa lolos dalam seleksi. Kedua, ada beberapa orang yang lolos tapi tidak bisa berangkat. Hal ini karena suatu penyakit atau tidak mendapat restu kedua orang tua.  Dan tentunya, saat mengikuti SM-3T masing-masing peserta akan mendapat hadiah dari Tuhan atas apa yang diusahakannya. Mengenai hal ini, masing-masing orang tentunya diberi hadiah yang bermacam-macam.

Hadiah yang diberikan Tuhan pada saya lewat SM-3T sangat banyak. Tetapi yang paling berkesan yang akan saya paparkan.

Murid Kelas IV Yayasan Pendidikan Kristen Gmist Sion Bawoleu

Murid Kelas IV Yayasan Pendidikan Kristen Gmist Sion Bawoleu

 

  1. Kesempatan Mengajar Murid yang Benar-Benar Membutuhkan Guru

Menjadi guru di pedalaman akan berbeda rasanya dengan guru di perkotaan. Guru di pulau ini begitu dirindukan muridnya. Mereka rindu sekali kehadiran guru untuk memberikan ilmu. Karena di daerah seperti ini, tidak banyak guru yang ada. Berbeda dengan di kota. Guru sangat banyak jumlahnya. Tidak hanya di kelas, bahkan guru bisa dengan mudahnya ditemui di luar jam sekolah (guru les).

Karena sangat sedikitnya jumlah guru. Maka tidak heran bila guru di daerah ini akan mengajar dua tiga kelas secara bersamaan. Dan karena tidak efektifnya proses pembelajaran, banyak ditemukan murid yang kesulitan dalam membaca. Sehingga, kehadiran guru akan membuat murid bahagia. Berbeda dengan di kota. Kebanyakan siswa akan berdoa supaya guru tidak masuk sekolah.

  1. Sembuh dari Ketakutan untuk Memakan Ikan

Sebelum mengikuti SM-3T saya adalah seorang yang menghindari ikan. Ini sudah terjadi sejak saya kecil. Di rumah, hanya ayah dan ibu saja yang biasa memakan ikan. Saya dan kedua kakak tidak menyukai ikan. Bahkan kakak pertama saya hanya makan daging ayam. Selain itu, dia tidak mau makan dengan lauk hewani. Sedangkan kakak kedua saya hanya menyukai lauk hewani berupa udang. Saya? Hampir sama dengan kedua kakak, saya hanya memakan ayam, udang, dan sapi. Tidak mau ikan laut.

Nah, saat di lokasi prakondisi SM-3T seluruh peserta diwajibkan menghabiskan makanan. Tanpa sisa. Hanya dalam waktu beberapa menit. Kalau tidak, para pelatih (TNI di LANAL Malang) akan menghukum. Suatu pagi, terhidang nasi dan satu ekor ikan penuh. Ada kepala, badan, dan ekor. Berpikir saat itu akan protes, tapi waktu makan sudah dimulai. Saya tidak punya banyak waktu dan akhirnya terpaksa untuk memakannya.

Setelahnya, sebagian badanku gatal. Untungnya aku membawa pil penghilang rasa gatal. Hari berikutnya muncul lagi lauk ikan. Aku sebenarnya ingin curhat kepada teman-temanku. Tapi, karena belum terlalu mengenalnya. Aku diam saja. Sampai, ketiga kalinya aku memakan ikan. Tapi badanku tidak gatal. Dan, saat di daerah penempatan. Ternyata daerahku adalah pulau dengan makanan pokok ikan. Akhirnya, sampai saat ini aku tidak lagi takut memakan ikan. Tentunya tidak gatal juga saat memakannya. Alhamdulillah.

  1. Kesempatan Mengenal Pulau Tagulandang

Sejak lahir di Pulau Jawa, saya hanya memiliki kesempatan ke Pulau Bali. Dan saat mengikuti SM-3T Tuhan mengizinkan saya mengenal pulau selain Jawa dan Bali. Tagulandang namanya. Pulau Tagulandang kaya akan seni, budaya, dan bahasa yang masih kental. Beruntung sekali mendapat kesempatan menjadi bagian dari pulau ini.

  1. Keluarga Baru

Di tempat penugasan, kami memiliki orang tua asuh. Karena tidak semua sekolah terdapat rumah dinas untuk guru. Umumnya, guru SM-3T tinggal di rumah kepala sekolah. Tapi karena jarak rumah kepsek dan sekolah sangat jauh. Sehingga, aku tinggal di rumah salah seorang guru di dekat sekolah. Di sana, aku dianggap seperti anak mereka sendiri.

Selain itu, teman-teman SM-3T yang bertugas di Pulau Tagulandang juga seperti keluarga. Di situ kami saling menguatkan, mendukung, dan berbagi. Meski suatu ketika ada saja selisih paham. Tapi bukan hidup namanya jika ada suka tanpa duka. Continue reading

Tinutuan : Lezat, Sehat, dan Ngehits di Dunia

Tinutuan, atau yang lebih dikenal dengan nama hitsnya “Bubur Manado” adalah makanan khas yang berasal dari Sulawesi Utara. Meski berakhiran dengan kata Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, namun makanan ini tidak hanya terdapat di sekitaran kota Manado. Makanan ini mudah ditemui hampir di ratusan pulau yang ada di Sulawesi Utara. Saya pribadi pertama kali mencicipi bubur ini bukan di Kota Manado. Melainkan di sebuah pulau kecil di ujung utara provinsi ini, yaitu Pulau Tagulandang.

Foto5194

Lezat : Menikmati Tinutuan Buatan Penduduk Asli Pulau Tagulandang

Menjadi salah satu peserta program SM3T (Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun di Pulau Tagulandang membuat saya bersinggungan dengan Tinutuan. Tidak hanya bisa makan bubur ini sesering mungkin, saya juga berkesempatan belajar memasak sendiri bubur ini dari warga asli pulau. Berikut beberapa hal yang saya temukan terkait Tinutuan

Nama Lain dari Tinutuan

Selain dikenal dengan nama Bubur Manado, Tinutuan juga mempunyai beberapa nama yang cukup populer. Di antaranya adalah:

  1. Bubur Sehat

Tinutuan disebut dengan bubur sehat karena di dalam bubur ini terdapat bahan-bahan yang mengandung vitamin, mineral, dan serat yang sangat menyehatkan. Bahan-bahan pembuatannya terdiri dari berupa-rupa sayuran hijau seperti bayam, daun gedi, kangkung, daun kunyit dan daun sereh yang banyak mengandung vitamin A dan C. Selain itu, sumber karbohidrat tersusun dari labu kuning, singkong, ubi jalar, dan beras yang juga kaya akan gizi dan serat.

Karena sebutan bubur sehat ini pula, Tinutuan kerap dikonsumsi saat seseorang sedang dalam kondisi tidak fit. Selain itu, bubur ini baik dikonsumsi saat kita tengah menjalani program diet. Tentu saja, karena dalam bubur ini tidak terdapat daging atau lemak jahat yang dapat mengendap dalam tubuh. Di Pulau Tagulandang sendiri, ibu-ibu memberikan Tinutuan yang seluruh bagiannya dihaluskan untuk makanan bayi.

  1. Bubur Persaudaraan

Tinutuan sering pula dijuluki bubur persaudaraan. Alasannya, tidak lain karena bubur ini hampir selalu dihidangkan sebagai jamuan di berbagai acara yang diadakan warga sekitar. Berbagai kelompok masyarakat di Sulawesi Utara menjadikan bubur ini sebagai menu hidangan yang diyakini dapat merekatkan persaudaraan dan pergaulan.

  1. Campur

Nama ini populer di kalangan masyarakat Manado dan sekitarnya. Warga asli Sulawesi Utara, lebih sering menyebut bubur ini sebagai campur. Sebutan ini tidak lain karena semua bahan dicampur menjadi satu saat memasaknya. Selain itu, penyajiannya dalam mangkuk atau piring juga tercampur tanpa ada satu pun bahan yang dipisahkan.

Sejarah Tinutuan

Berdasarkan cerita yang saya dapat dari Ibu Herce Kangiras (Warga asli pulau yang berusia 83 tahun), Tinutuan sudah dibuat saat jaman penjajahan Belanda. Ibu delapan anak ini mengisahkan bahwa saat penjajahan Belanda, kondisi ekonomi warga jatuh dalam tingkatan terendah. Karena banyak peperangan di mana-mana, maka rakyat tidak sempat untuk keluar sekedar membeli bahan makanan atau mengambilnya di kebun. Tertekan keadaan itu, maka para ibu hanya memetik segala sayur-mayur dan ubi-ubian yang ada di kebun sekitaran rumahnya. Continue reading

Oto : Angkutan Umum  dengan Sensasi Disko

                Transportasi umum adalah salah satu hal yang dekat dengan rutinitas sehari-hari. Salah satu transportasi umum yang ada hampir di seluruh pelosok nusantara adalah angkutan umum. Baik di desa atau di perkotaan, angkutan umum menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Biasanya, berbeda daerah, berbeda pula ciri khas angkutan umum. Ciri khas itu di Pulau Jawa biasa ditunjukkan dari warna kendaraan, tulisan penunjuk daerah, atau jenis kendaraan yang digunakan.

                Berbeda dari beberapa ciri khas di atas, angkutan umum di Pulau Tagulandang menyajikan konsep yang unik. Dimulai dari nama yang khas yaitu oto, bahasa ibu pulau Tagulandang untuk kata mobil. Jadi jangan sekali-kali mencari angkot, mikrolet, atau metromini di tempat ini, karena dipastikan tidak ada. Hanya ada oto. Keberadaan oto pun sangat eksklusif, atau bisa dibilang sangat terbatas. Kita hanya bisa menemukan oto di hari selasa, kamis, dan sabtu bersamaan dengan adanya pasar harian. Intinya, keberadaan oto mengikuti keberadaan pasar di hari-hari tertentu.

DSCF6156

Penampilan Luar Oto (Dok. Tim SM3T IV Tagulandang)

Oto kebanyakan tidak berpenutup belakang. Bagian bodi kanan dan kiri memiliki rongga-rongga tidak berkaca  yang  unik. Tidak pernah saya temui di Jawa. Untuk menarik pelanggan, para supir memodifikasi oto sedemikian rupa. Mulai dari desain cat luar, langit-langit bagian dalam mobil yang dihiasi lampu dan karakter kartun, serta pengeras suara yang terpasang apik. Pengeras suara yang dipasang pada bodi dan interior dalam mobil pun kebanyakan bass. Sehingga saat musik diputar, maka bunyinya mendentum jauh sampai ke luar kendaraan.

Apalagi saat menjelang malam hari, lampu warna-warni yang tertata di setiap sudut mobil menyala menimbulkan efek cahaya mejikuhibiniu yang menari berputar-putar. Ditambah pilihan musik warga sekitar yang kebanyakan candu remix dan disko. Jadilah angkutan umum itu macam arena disko berjalan.  Lumayan, sebagai peramai sepinya jalanan tanpa lampu di pulau ini. Continue reading