6 Indikasi Seseorang Belum Bisa Move On

6 indikasi

                Kamu yang pernah patah hati, dan tak kunjung mencari pengganti setelahnya, pasti akan  atau malah sudah berkali-kali ditanya oleh temanmu tentang move on. Berondongan pertanyaan seperti “Kamu sudah move on?”, “Kapan move on?”  Atau malah penghakiman sepihak dari orang lain seperti, Kamu belum move on kan?. Pertanyaan iseng bagi mereka ini terkadang berefek baper bagi sebagian orang. Beruntung kalau kita sudah punya jawabannya. Dan celakalah, jika kita sendiri masih bertanya-tanya antara sudah move on atau belum.

So, untuk menjawab keragu-raguan terhadap perasaanmu sendiri, tulisan ini membahas beberapa indikasi seseorang yang belum move on. Indikasi ini bukan hanya diperuntukkan bagi yang masih sendiri. Mereka yang sudah punya pasangan pun, bisa jadi termasuk kategori gagal move on. Nah, loh.., kok bisa? Bisa saja, karena ini kehidupan, bukan drama. Langsung saja, berikut ini beberapa indikasi seseorang yang masih gagal move on:

Reaksi Berlebihan Saat Ditanya tentang Move On

Seseorang yang belum bisa move on cenderung melakukan tindakan kontradiktif dengan apa yang dirasakannya. Jadi sebenarnya belum move on, tapi ngakunya sudah bangetbanget move on. Hal itu bisa dilihat dari kata-katanya saat menjawab pertanyaan. Seperti kalimat, “Ya ampun, masa lalu itu/ Kadaluarsa banget/ Uda lama banget/ Sudah ke laut/atau yang lainnya”.  Tapi jika kata-kata yang keluar itu seperti ada aroma dendam, penuh emosional, dan penghayatan, meski dibumbui tawa renyah. Sudah pasti, yang berkata seperti itu belum bisa move on.

Berbeda dengan jawaban orang yang benar-benar tenang, tanpa penekanan, dan dia lakukan sambil lalu atau tertawa lepas tanpa beban atau benci.  Bukti bahwa perasaannya terhadap si mantan benar-benar telah netral. Bahwa dia telah berdamai dengan masa lalunya.

Kepo Berlebihan

                Indikasi kedua seseorang masih belum move on adalah kepo yang berlebihan. Selalu memantau timeline akun jejaring sosial si mantan. Tidak puas dengan itu, seseorang yang gagal move on ini bertanya kesana-kemari tentang si mantan. Pada teman, rekan kerja, bahkan keluarga si mantan. Dalam stadium yang lebih tinggi, seseorang bisa memata-matai mantannya. Jadilah, kehidupannya hanya berkutat pada si mantan. Akhirnya terus terjebak di tempat yang sama dan menjadi tidak produktif. Alhasil, pekerjaan jadi tidak lancar. Ada juga yang sampai molor skripsinya gara-gara kepo berlebihan ini. Continue reading